Lala Tulpan, Masjid yang Terletak di Bawah Salju Kutub Utara

Kutub Utara merupakan daerah yang dipenuhi salju. Daerah Ufa di negara bagian Bashkortostan merupakan salah satu yang dekat dengan Kutub Utara. Perkembangan Islam di kota Ufa pun ternyata berjalan dengan baik, terutama berkat adanya Masjid Tulip. Masjid Tulip ini memiliki nama resmi Lala Tulpan dan menjadi salah satu masjid terbesar di Rusia yang ada di Ufa.

Masjid di Rusia ini memang banyak menarik wisatawan, baik asing maupun lokal. Alasannya karena letak masjid ini yang berada di salju kutub utara. Masjid ini telah dibuka untuk tempat ibadah muslim di daerah Ufa, ibukota dari Bashkortostan atau Bashkurtistan. Masjid ini diberi nama Lala Tulpan karena menara yang unik menyerupai bunga tulip.

Lala Tulpan, Masjid yang Terletak di Bawah Salju Kutub Utara

Lala Tulpan mampu menampun banyak jamaan untuk beribadah, kira-kira kapasitasnya mencapai 1000 orang. Hal ini ditunjang dengan luas area yang sangat besar. Masjid Tulip Rusia ini memang jadi salah satu yang terbesar di Siberia. Selain itu terdapat dua menara kembar yang sangat tinggi. Tinggi dua menara masjid ini tersebut mencapai 53 meter.

Masjid Tulip ini pertama dibangun pada tahun 1990. Masjid ini kemudian diresmikan pada tahun 1998 lalu dan lansgung menarik perhatian masyarakat Ufa. Arsitekturnya sangat bagus dan menarik yang didesain secara modern oleh arstiek Wakil Davlyatshin.

Data Masjid Tulip, Rusia


Nama : Lala Tulpan (Masjid Tulip)
Lokasi : Ufa, Bashkortostan
Negara : Rusia
Mulai dibangun: 1990
Diresmikan : 1998
Arsitek : Wakil Davlyatshin
Total kapasitas : 1000 orang

Adanya Masjid Lala Tulpan membuat banyak turis yang datang ke kota Ufa baik turis asing maupun turis lokal. Tentu merupakan hal yang unik dan menarik untuk bisa melihat masjid yang ada di daerah bersalju. Hal ini sangat jarang dijumpai di kawasan bersalju lain. Apalagi arsitektur masjid ini memang begitu indah dengan bentuk menara yang khas menyerupai bunga tulip. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini sering jadi tempat berkumpul, diskusi dan memperdalam ilmu agama Islam bagi warga muslim di sekitar kota Ufa.

Berkunjung ke Museum Islam di Melbourne, Australia

Australia memang bukan negara mayoritas Islam, namun banyak ditemukan hal hal berkaitan dengan Islam di negeri Kangguru tersebut. Salah satunya bisa dilihat pada adanya Islamic Museum of Australia yang merupakan museum Islam pertama dan terbesar di Australia. Letaknya berada di Kota Melbourne, lebih tepatnya berada di 15A Anderson Road, Thornbury VIC 3071, Melbourne, Victoria, Australia. Untuk menjangkau tempat ini, hanya perlu waktu setengah jam dari pusat kota Melbourne.

Museum bertemakan Islam ini menjadi salah satu yang paling besar. Total luas area dari islamic Museum of Australia adalah 3000 meter persegi. Museum ini dibangun sejak tahun 2010 dan baru selesai pada tahun 2014 llu. Sejak didirikan di tahun 2014, museum ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan lokal maupun asing.

Berkunjung ke Museum Islam di Melbourne, Australia

Tujuan didirikannya museum Islam ini adalah untuk mengenalkan wajah Islam seutuhnya kepada warga Australia. Hal ini bisa dilihat bahwa kebanyakan pengunjung yang datang justru berasal dari kalangan non-muslim. Warga Australia non-muslim yang datang kebanyakan ingin mengetahui mengenai gambaran utuh tentang agama Islam yang bisa dilihat di museum ini.

Biasanya warga lokal Australia hanya mengetahu Islam lewat media dimana kebanyakan berita tentang Islam di Australia pasti bersifat negatif. Padahal hal hal negatif tentang terorisme atau aksi ekstrem lain tidak ada sangkut pautnya dengan Islam.

Di museum ini, warga akan dikenalkan dengan Islam mulai dari pintu masuk, mulai dari pengenalan agama Islam, sejarah islam hingga perkara rukun Islam. Terdapat pula beberapa kutipan ayat Al-Qur'an. Selain itu juga dikenalkan tokoh-tokoh terkenal Islam, mulai dari ilmuwan hingga cendekiawan muslim.

Terdapat juga hasil karya seni Islami dengan kreasi yang bagus. Ada juga pameran tentang arsitektur dengan corak Islam yang diwujudkan pada masjid-masjid megah di seluruh dunia. Terakhir juga terdapat sejarah peradaban Islam di Australia hingga sekarang.

Data Islamic Museum of Australia


Lokasi : 15A Anderson Road, Thornbury VIC 3071, Australia
Kota : Melbourne, Victoria, Australia
Tahun berdiri : 2014
Hari buka : Selasa - Sabtu
Jam buka : 10 pagi - 4 sore

Jejak Sejarah Islam di Daerah Sisilia, Italia

Di mayoritas negara benua Eropa, agam Islam merupakan agama minoritas. Di Italia, tentu Islam bukan agama mayoritas. Apalagi Italia dikenal sebagai salah satu pusat agama Kristen dunia, terutama di Vatican City. Namun bukan berarti tidak ada penganut Islam di Italia. Salah satu wilayah dengan penganut Islam terbesar di Italia adalah Sisilia.

Sisilia merupakan sebuah daerah otonomi Italia. Pulau terbesarnya berada di Laut Tengah. Luas wilayah Sisilia mencapai 25 ribu km persegi. Jumlah penduduk di Sisilia mencapai hampir 5 juta jiwa. Terdapat banyak kota penting di wilayah Sisilia. Beberapa kota di Sisilia adalah Catania, Messina, Trapani, Ragusa, Marsala, Siracusa, Enna dan ibukota Palermo.

Jejak Sejarah Islam di Daerah Sisilia, Italia

Jejak sejarah Islam di Sisilia memang begitu terasa dibanding di daerah lain di negeri pizza ini. Umat muslim lokal banyak membuat bangunan dan infrastruktur indah di kota-kota yang ada di Sisilia. Yang paling terkenal tentu berada di Palermo yang oleh kaum muslim dinamakan Al-Banurmu atau Al-Madina.

Palermo memang memiliki keindahan bangunan yang mengagumkan. Di sana juga banyak ditemui masjid di tiap sudut kota. Masjid-masjid yang ada di Palermo banyak digunakan sebagai madrasah dan tempat mencari ilmu bagi muslim sekitar. Fungsi masjid juga semacam menjadi tempat berkumpul muslim di Palermo.

Sejarah keberadaan muslim di Italia memang sudah ada sejak dulu. Tepatnya pada awal ke-11, dimana populasi muslim di Palermo hampir mencapai 50% total penduduk. Banyaknya komunitas Arab yang tinggal di Palermo membuat muslim cepat berkembang di ujung Selatan negara Italia ini.

Pergantian kekuasaan di Italia juga berdampak pada muslim Sisilia. Masjid-masjid sempat dihancurkan karena kekhawatiran muslim yang terus berkembang. Muslim di Italia kembali menyebar cepat di tahun 1950-an. Banyaknya imigran yang datang ke Italia menjadi penyebab munculnya kembali Islam di Italia.

Para imigran yang datang juga banyak yang mendapat kewarganegaraan Italia. Kini, agama Islam pun menjadi agama terbesar kedua di Italia. Tentu mayoritas berada di daerah Sisilia yang dikenal sebagai salah satu kota di Eropa dengan budaya dan peradaban Islam yang kental.

Momentum Ramadhan di Yaman Dilanda Kelaparan

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh sukacita bagi umat muslim seluruh dunia. Datangnya bulan suci ini disambut dengan berbagai cara oleh umat Islam dan di bulan ini banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar keimanan muslim. Namun tiak banyak sukacita bulan Ramadhan yang dijumpai di negara yang sedang dilanda perang,.

Yaman merupakan salah satu negara yang sedang dilanda perang. Memang momentum bulan Ramadhan di Yaman pun jatuh saat perang sedang berkecamuk di negara ini. Akibatnya kelaparan melanda hampir semua warga Yaman. Berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 15 juta orang harus menghadapai bahaya kelaparan di Yaman.

Kelaparan dalam Momentum Ramadhan di Yaman

Selama 3 tahun terakhir Yaman memang dilanda perang. Banyak keluarga di Yaman menjadi miskin dan kesulitan untuk mendapat makanan. Biaya kebutuhan sehari-hari pun menjadi membengkak akibat adanya perang tersebut. Saat Ramadhan, warga akan kesulitan untuk membeli makanan walau hanya sekedar untuk berbuka puasa.

(baca juga doa buka puasa Ramadhan)

Selain itu juga terdapat bahaya wabah kolera. Data dari World Health Organization (WHO) menuliskan bahwa terdapat lebih dari 500 kasus kematian akibat wabah penyakit kolera di Yaman. Warga Yaman pun harus lebih bersabar dalam menyambut bulan Ramadhan lalu karena selain adanya kesulitan dan kelaparan, masih ditambah dengan bahaya penyakit,

Semenjak perang melanda, tidak banyak kebahagiaan yang dirasakan oleh warga sekitar, termasuk dalam momentum bulan Ramadhan. Kelangkaan bahan panganan pun terjadi dimana-mana. Penurunan permintaan makanan menjadi bukti nyata karena warga hanya membeli bahan makanan dasar saja. Padahal biasanya tradisi menyambut bulan Ramadhan begitu kental di negara ini, termasuk dalam menyiapkan aneka makanan khas Yaman.

Kebijakan pemerintah untuk menahan gaji pegawai pemerintahan pun menambah duka warga Yaman. Akibanya kondisi ekonomi Yaman juga terguncang termasuk menurunnya nilai tukar mata uang Yaman. Untuk itu, warga Yaman harus bersabar karena banyaknya cobaan dalam menyambut bulan Ramadhan. Mereka berpuasa di siang hari dan kelaparan di malam hari.

Tradisi Bulan Ramadhan di Masa Khilafah Turki Utsmani

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam. Seluruh muslim di seluruh dunia tentu menantikan bulan Ramadhan yang merupakan bulan dimana amalan kita akan dilipatgandakan pahalanya ini. Sejumlah negara mayoritas Islam memiliki tradisi unik untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Turki termasuk salah satu negara Islam yang paling dikenal. Datangnya bulan Ramadhan di Turki pun selalu disambut dengan meriah.

Dalam masa Kerajaan Turki atau Kesultanan Turki, penyambutan bulan Ramadhan memiliki tradisi sendiri. Di masa khilafah Turki Utsmani, momen bulan Ramadhan memang dianggap sebagai momen penting. Para sultan dan pejabat Kesultanan Turki memiliki adat dan tradisi untuk melakukan penghormatan pada datangnya bulan Ramadhan.

Tradisi Bulan Ramadhan di Masa Khilafah Turki Utsmani

Saat bulan puasa tiba, istana sultan akan menyebarkan edaran dan pengingat kepada warga sekitar. Edaran ini berisi pengingat mengenai kaidah dan amalan yang hanya bisa dilakukan di bulan Ramadhan, seperti puasa wajib, sunnah sunnah puasa dan shalat sunnah lainnya.

Terdapat sebuah tim yang berada di bawah instruksi sultan agar kebutuhan pangan di pasar bisa terpenuhi. Hal-hal yang berkaitan dengan standar pangan pun diatur dengan baik dan benar, termasuk harga. Hal ini penting bagi masyarakat sebelum menyambut bulan Ramadhan, dimana kebutuhan pangan menjadi sangat krusial.

Untuk menyambut bulan Ramadhan, istana sultann akan dipenuhi karangan bunga. Ada juga acara pembagian makanan gratis dan berbagai event-event lain selama bulan Ramadhan. Sultan juga sering memerintah pegawai untuk menyembelih aneka ragam binatang di tempat umum dimana dagingnya akan dibagikan pada fakir miskin dan warga sekitar yang membutuhkan.

Sultan juga rutin menghadiri ibadah shalat tarawih. Pejabat lain juga sering melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Aya Shofia. Berbagai lampu warna-warni dengan ukuran besar bisa dilihat di jalanan di kota Istanbul. Selain itu banyak madrasah dan pengajian tafsir Al-Qur'an yang aktif selama bulan suci Ramadhan yang langsung dihadiri oleh sultan.

Adat dan tradisi lain untuk menyambut datangnya bulan puasa adalah bersih-bersih rumah dan menyiapkan bahan makanan bagi keluarga di Turki. Seluruh toko dan rumah makan pun akan tutup saat pagi dan siang dan hanya buka mulau dari waktu buka puasa sampai adzan Shubuh. Hampir sama seperti di Indonesia, saat waktu sahur juga banyak orang yang berkeliling untuk membangunkan orang sahur. Berbagai senandung dzikir dan shalawat pun bisa didengar lewat pengeras suara masjid sampai waktu Shubuh tiba.

Bacaan Surat An-Naba' Arab Latin dan Terjemahan

Surat An-Naba' adalah salah satu surat dalam Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 40 ayat dan termasuk salah satu surat dalam juz 30 Al-Qur'an. An-Naba termasuk dalam klasifikasi surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Mekkah. Dalam Al-Quran, surat ini berada pada urutan ke 78. Nama An-Naba sendiri diambil dari ayat kedua surat. Dalam bahasa Indonesia, An-Naba berarti berita besar.

(baca juga pengertian Al-Qur'an)

Terkadang surat ini juga disebut sebagai Amma Yatasaa Aluun, yang merujuk pada kata awalan di ayat pertama. Karena surat ini berada di awal juz 30, banyak yang menyebut juz 30 sebagai juz amma merujuk pada awalan ayat pertama surah An-Naba. Di surat ini, 20 ayat pertama berisi tentang keajaiban ciptaan Allah di dunia sedangkan 20 ayat berikutnya berisi tentang kehidupan akhirat serta balasan bagi orang beriman dan yang tidak beriman.

Berikut akan kami tampilkan info mengenai bacaan surah An-Naba' selengkapnya. Bacaan yang ditampilkan meliputi lafadz Arab, tulisan latin hingga arti dan terjemahan surat dalam bahasa Indonesia. Berikut info bacaan surat An-Naba' selengkapnya.

Bacaan Surat An-Naba' Arab Latin dan Terjemahan

Bacaan Surat An-Naba'

 

Lafadz Arab


عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ ﴿١﴾ عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ ﴿٢﴾ الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ ﴿٣﴾ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٤﴾ ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ﴿٥﴾ أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا ﴿٦﴾ وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا ﴿٧﴾ وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا ﴿٨﴾ وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا ﴿٩﴾ وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا ﴿١٠﴾ وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا ﴿١١﴾ وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا ﴿١٢﴾ وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا ﴿١٣﴾ وَأَنزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا ﴿١٤﴾ لِّنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا ﴿١٥﴾ وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا ﴿١٦﴾ إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا ﴿١٧﴾ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا ﴿١٨﴾ وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا ﴿١٩﴾ وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا ﴿٢٠﴾ إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا ﴿٢١﴾ لِّلطَّاغِينَ مَآبًا ﴿٢٢﴾ لَّابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا ﴿٢٣﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا ﴿٢٤﴾ إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا ﴿٢٥﴾ جَزَاءً وِفَاقًا ﴿٢٦﴾ إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا ﴿٢٧﴾ وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا ﴿٢٨﴾ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا ﴿٢٩﴾ فَذُوقُوا فَلَن نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا ﴿٣٠﴾ إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿٣١﴾ حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا ﴿٣٢﴾ وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا ﴿٣٣﴾ وَكَأْسًا دِهَاقًا ﴿٣٤﴾ لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا كِذَّابًا ﴿٣٥﴾ جَزَاءً مِّن رَّبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا ﴿٣٦﴾ رَّبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَـٰنِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا ﴿٣٧﴾ يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا ۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَـٰنُ وَقَالَ صَوَابًا ﴿٣٨﴾ ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ ۖ فَمَن شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ مَآبًا ﴿٣٩﴾ إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا ﴿٤٠.

Teks Latin

1. Amma yatasaa-aluun
2.'Ani nnaba-i l'azhiim
3. alladzii hum fiihi mukhtalifuun
4. Kallaa saya'lamuun
5. tsumma kallaa saya'lamuun
6. Alam naj'ali l-ardha mihaadaa
7. waljibaala awtaadaa
8. wakhalaqnaakum azwaajaa
9. waja'alnaa nawmakum subaataa
10.waja'alnaallayla libaasaa
11.waja'alnaa nnahaara ma'aasyaa
12.wabanaynaa fawqakum sab'an syidaadaa
13.waja'alnaa siraajan wahhaajaa
14.wa-anzalnaa mina lmu'shiraati maa-an tsajjaajaa
15.linukhrija bihi habban wanabaataa
16.wajannaatin lfaafaa
17.Inna yawma lfashli kaana miiqaataa
18.yawma yunfakhu fii shshuuri fata/tuuna afwaajaa
19.wafutihati ssamaau fakaanat abwaabaa
20.wasuyyirati ljibaalu fakaanat saraabaa
21.Inna jahannama kaanat mirshaadaa
22.liththaaghiina maaabaa
23.laabitsiina fiihaa ahqaabaa
24.laa yadzuuquuna fiihaa bardan walaa syaraabaa
25.illaa hamiiman waghassaaqaa
26.jazaa-an wifaaqaa
27.Innahum kaanuu laa yarjuuna hisaabaa
28.wakadzdzabuu bi-aayaatinaa kidzdzaabaan
29.wakulla syay-in ahsaynaahu kitaabaa
30.Fadzuuquu falan naziidakum illaa 'adzaabaa
31.inna lilmuttaqiina mafaazaa
32.hadaa-iqa wa-a'naabaa
33.wakawaa'iba atraabaa
34.waka/san dihaaqaa
35.Laa yasma'uuna fiihaa laghwan walaa kidzdzaabaa
36.Jazaa-an min rabbika 'athaa-an hisaabaa
37.Rabbi ssamaawaati wal-ardhi wamaa baynahumaa rrahmaani laa yamlikuuna minhu khithaabaa
38.Yawma yaquumu rruuhu walmalaa-ikatu shaffan laa yatakallamuuna illaa man adzina lahu rrahmaanu waqaala shawaabaa
39.Dzaalika lyawmu lhaqqu faman syaa-a ittakhadza ilaa rabbihi maaabaa
40.Innaa andzarnaakum 'adzaaban qariiban yawma yanzhuru lmaru maa qaddamat yadaahu wayaquulu lkaafiru yaa laytanii kuntu turaabaa

Terjemahan Bahasa Indonesia

  1. Perkara apakah yang mereka pertanyakan?
  2. Tentang sebuah kabar yang menggemparkan,
  3. Suatu perkara yang mereka perdebatkan.
  4. Jangan demikian; kelak mereka mengetahui,
  5. Maka jangan demikian; kelak mereka mengetahui.
  6. Bukankah Kami yang telah menjadikan bumi terhampar?,
  7. serta gunung-gunung sebagai pasak?,
  8. serta Kamilah yang menjadikan kalian berpasang-pasangan,
  9. serta Kamilah yang menjadikan tidur kalian sebagai istirahat,
  10. serta Kamilah yang menjadikan masa malam sebagai penutup,
  11. serta Kamilah yang menjadikan masa siang untuk menjalani hidup,
  12. serta Kamilah yang mendirikan di atas kalian tujuh yang kukuh
  13. serta Kamilah yang menempatkan pelita yang bersinar,
  14. serta Kamilah yang mengirimkan dari awan, air yang melimpah,
  15. kemudian Kamilah yang menghasilkan dengan itu, biji-bijian maupun tanam-tanaman,
  16. serta kebun-kebun yang lebat?
  17. Sungguh Hari Keputusan merupakan suatu ketetapan,
  18. sebuah Hari ketika sangkakala ditiup, lalu kalian datang berkerumun,
  19. serta disingkapkan langit, maka terdapat gerbang-gerbang,
  20. serta gunung-gunung dilenyapkan seperti uap.
  21. Sungguh Jahanam merupakan suatu kurungan
  22. untuk orang-orang berdosa merupakan pemberhentian akhir,
  23. mereka menghuni tempat itu hingga zaman-zaman berganti,
  24. disana mereka tiada merasakan kesejukan serta tiada minuman,
  25. selain air mendidih ataupun air yang membeku,
  26. suatu balasan setimpal,
  27. sungguh orang-orang tersebut tidak mempedulikan tentang penghitungan,
  28. serta orang-orang tersebut telah membantah ayat-ayat Kami sebagai dusta belaka,
  29. sementara segala sesuatu telah Kami cantumkan ke dalam suatu Kitab,
  30. "maka rasakanlah! dan Kami takkan menambah selain Malapetaka untuk kalian!"
  31. Sungguh golongan bertaqwa akan terpuaskan,
  32. Taman-taman rindang beserta buah-buah anggur,
  33. serta bidadari-bidadari yang sebaya,
  34. serta gelas-gelas yang penuh;
  35. mereka tiada mendengar ocehan serta tiada dusta,
  36. suatu upah dari Tuhanmu, hadiah yang berkenan,
  37. Tuhannya langit beserta bumi maupun segala yang berada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, tiada yang bisa membela diri terhadap Dia,
  38. Pada hari ketika roh-roh serta para malaikat berada pada kedudukan tertentu, mereka tidak bicara, melainkan pada siapa yang diizinkan Yang Maha Pengasih; sehingga ia berterus terang,
  39. Itulah hari yang benar-benar nyata maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia bertaubat pada Tuhannya,
  40. Sungguh, telah Kami peringatkan kepada kalian mengenai Malapetaka yang segera terlaksana, sebuah Hari ketika manusia menyaksikan segala hal yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; maka orang yang kafir berkata: "Seandainya dahulu aku hanyalah debu"

Nah itulah info mengenai bacaan surat An-Naba Arab latin dan terjemahan lengkap mulai dari tulisan Arab, teks latin serta terjemahan dalam bahasa Indonesia. Surat ini menjadi surat pertama pada juz 30 dan menjadi salah satu surat yang terkenal. Sekian info bacaan surat pendek juz 30 kali ini.

Bacaan Doa Nabi Hud pada Surat Hud Ayat 56

Doa merupakan bentuk permohonan seorang makhluk pada Allah SWT. Sebagai muslim, tiap hari kita tentu tidak bisa lepas dengan kegiatan doa. Pada semua aktivitas sehari-hari, kita dianjurkan untuk berdoa, contohnya doa sebelum makan, doa bepergian, doa meminta rezeki atau doa setelah shalat. Ucapan doa pun berbeda-beda tergantung maksud dan tujuan kita namun pada intinya sama, yaitu meminta bantuan Allah pada masalah yang kita miliki.

Adakalanya dalam mengucapkan doa kita mencontoh pada para nabi terdahulu. Nabi merupakan manusia terpilih utusan Allah di dunia yang diutus untuk suatu kaum tertentu. Tak ada salahnya untuk mencontoh bacaan doa dari para nabi-nabi yang sudah teruji kualitas imannya. Kali ini akan dibahas mengenai bacaan doa Nabi Hud.

Nabi Hud merupakan nabi kedua dalam urutan 25 nama nabi yang wajib diimani. Nabi Hud AS diutus oleh Allah kepada kaum 'Ad. Nabi Hud diutus untuk menyeru kaum 'Ad agar beriman dan menyembah Allah. Namun kaum 'Ad menolak dan tidak mau beriman. Karena itu kemudian Nabi Hud mengucapkan doa berikut pada Allah seperti yang ada pada surat Hud ayat 56.

Bacaan Doa Nabi Hud pada Surat Hud Ayat 56

Bacaan Doa Nabi Hud


إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Artinya :
"Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus". (QS Hud : 56)


Doa Nabi Hud AS tersebut ada pada Al-Qur'an, tepatnya pada surat ke-11, surat Hud ayat 56. Nabi Hud diutus untuk menyeru kaum 'Ad agar menyembah Allah, namun kaum 'Ad tetap ingkar dan enggan melakukannya. Hingga perjuangan yang terus dilakukan oleh Nabi Hud, kaum 'Ad tetap menolak hingga Nabi Hud yang merasa terzholimi mengucapkan doa tersebut yang berisi tentang kebesaran Allah terhadap makhluk ciptaan-Nya.

Tidak ada satu pun makhluk bernyawa termasuk manusia yang ada di dunia ini kecuali karena izin Allah SWT. Semua makhluk yang ada merupakan ciptaan Allah SWT. Tidak akan mungkin bagi seseorang yang ingin mencelakakan orang lain jika Allah tidak menghendakinya. Disebutkan dalam ayat dan doa tersebut bahwa Allah memegang ubun-ubun yang berarti Allah memegang kuasa pada tiap makhluk-Nya. Allah merupakan Tuhan yang adil dan benar.

Pengertian dan Sifat Sifat Malaikat Allah SWT

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Sebagai seorang muslim, kita wajib untuk beriman kepada malaikat Allah SWT karena hal tersebut termasuk dalam rukun iman kedua. Di zaman sekarang, penggambaran akan malaikat memang banyak diselewengkan. Kita bisa melihat film film atau referens di lagu lagu bahwa malaikat merupakan sosok yang berbeda dengan yang ada dalam Islam. Sebagai muslim, kita juga harus mengetahui mengenai pengertian malaikat sesuai ajaran Islam beserta sifat-sifat malaikat itu.

Pengertian Malaikat


Menurut bahasa, kata malaikat berasal dari bahasa Arab yaitu malak. Kata malak artinya adalah kekuatan, yang berasal dari kata mashdar al-alukah yang berarti risalah atau misi. Sedangkan menurut istilah dan syari'at, malaikat adalah makhluk makhluk yang diciptakan Allah SWT dari nur atau cahaya. Malaikat bersifat ghaib, artinya tidak bisa dilihat oleh mata manusia, namun keberadaannya ada. Malaikat merupakan makhluk yang selalu taat dan patuh pada Allah SWT dan melaksanakan tugas dan perintah yang diberikan oleh Allah SWT selaku pencipta alam semesta.

Pengertian dan Sifat Sifat Malaikat Allah SWT

Sifat Sifat Malaikat


Secara umum, malaikat memiliki sifat yang berbeda dengan makhluk lainnya seperti manusia. Malaikat tidak bisa merasakan hal hal yang dirasakan manusia, seperti lapar, ngantuk, lelah atau pun nafsu. Malaikat juga selalu patuh kepada Allah dan tidak akan pernah berbuat maksiat. Malaikat terbuat dari cahaya dan termasuk makhluk ghaib, sehingga tidak bisa dirasakan oleh panca indra manusia.
  • Malaikat termasuk makhluk ghaib
  • Malaikat terbuat dari nur atau cahaya
  • Malaikat tidak makan dan tidak minum dan tidak memiliki rasa lapar
  • Malaikat tidak memiliki hawa nafsu
  • Malaikat tidak tidur
  • Malaikat merupakan mahluk yang taat dan tunduk pada Allah
  • Malaikat selalu melaksakanakan tugas dan perintah Allah
  • Malaikat selalu bertasbih siang dan malam
  • Malaikat tidak pernah berbuat maksiat
  • Malaikat mampu mengubah wujudnya
  • Malaikat memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya

Itulah sejumlah sifat sifat malaikat Allah dalam Islam. Tidak ada yang tahu ada berapa jumlah malaikat, namun ada 10 nama malaikat Allah yang dikenal beserta tugas masing-masing. Sepuluh malaikat yang dikenal namanya yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik dan Ridwan.

Kumpulan Hadits Tentang Menggunakan Tangan Kanan

Islam menjadi agama yang mengatur segala sesuatu dalam kehidupan. Penggunaan tangan yang benar juga diatur dalam Islam. Seperti diketahui bahwa manusia dianugerahi dua tangan, yaitu tangan kanan dan tangan kiri. Sebagai seorang muslim, tentu kita harus mengikuti syariat Islam dan sunnah sunnah dalam Islam. Nabi Muhammad SAW selalu mendahulukan tangan kanan dalam bekerja dan memulai aktivitas lain dibandingkan dengan tangan kiri.

Beberapa aktivitas yang disunnahkan untuk menggunakan tangan kanan antara lain adalah saat makan, minum, wudhu atau bersuci. Hendaknya sebagai seorang muslim kita membiasakan untuk menggunakan tangan kanan terlebih dahulu. Kita juga harus mendidik anak-anak kita untuk mengutamakan tangan kanan dibandingkan dengan tangan kiri.

(baca juga hadits tentang makan dan minum)

Untuk itu akan kami tampilkan sejumlah hadits Rasulullah SAW yang membahas mengenai penggunaan tangan kanan dalam beberapa kegiatan yang dianjurkan dalam Islam. Berikut kumpulan hadits Nabi tentang penggunaan tangan kanan yang disunnahkan.

Kumpulan Hadits Tentang Menggunakan Tangan Kanan

Hadits Nabi Tentang Tangan Kanan


Dari Ibu 'Umar ra. bahwasanya Rasulullah saw bersabda:

لاَيَأكُلُ أَحَدُكُمْ بِشِمَالِهِ وِلاَ يَشْرَبَنَّ بِهَا٬ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِهَا٠

"Janganlah seseorang di antara kalian makan/minum dengan tangan kirinya. Sebab setan makan dan minum dengan tangan kirinya" (HR. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Malik)


Dari Aisyah Radhiallahu anha :

إِنَّ رَسُوْلُ اﷲِ ص٠م كَانَ يُحِبُّ التَّيَامُنَ فِي طُهُوْرِه٠ 

"Adalah Nabi SAW, suka mendahulukan sebelah kanan dalam bersuci."


Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

"Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam seluruh aktifitas beliau." (HR. Al-Bukhari & Muslim)


Dari Abdullah bin ‘Umar Radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

"Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula." (HR. Muslim)


Nah, kumpulan hadits di atas merupakan hadits hadits Nabi tentang penggunaan tangan kanan yang lebih diutamakan dibandingkan dengan tangan kiri. Tentu saja sebagai seorang muslim kita harus mengamalkan sunnah Nabi tersebut. Meski terkesan sepele, mengutamakan tangan kanan dalam makan dan bersuci merupakan ciri dari seorang muslim. Sekian info hadits Nabi SAW.

Bacaan Surat Quraisy Arab, Latin dan Terjemahan

Surat Quraisy merupakan surat pendek dalam kitab Al-Qur'an. Surat ini adalah surat urutan ke-106 dalam Al-Quran dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Artinya surat ini diturunkan di kota Mekkah. Surat Quraisy terdiri dari empat ayat dan menjadi salah satu surat pendek juz 30 dengan jumlah ayat yang paling pendek. Surat Quraisy biasanya juga disebut sebagai surat Al-Quraisy.

Nama surat ini diambil dari akhir ayat pertama. Arti nama surat ini merujuk pada kaum Quraisy yaitu suku yang bermukim di kota Mekkah pada zaman Rasulullah. Kaum Qurays mendapat kepercayaan untuk menjaga Ka'bah yang terletak di Mekkah. Kandungan pokok dari surat ini menjelaskan tentang kehidupan dari suku Quraisy dan tugas kewajibannya yang harus mereka laksanakan.

Berikut akan kami tampilkan info bacaan surah Quraisy selengkapnya. Bacaan yang ditampilkan meliputi lafadz Arab, tulisan latin hingga arti dan terjemahan surat dalam bahasa Indonesia. Berikut info bacaan surat Quraisy selengkapnya.

Bacaan Surat Quraisy Arab, Latin dan Terjemahan

Bacaan Surat Quraisy


لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ ﴿١﴾ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ ﴿٢﴾ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَـٰذَا الْبَيْتِ ﴿٣﴾ الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ ﴿٤

Tulisan Latin Surat Quraisy

1. Li-iilaafi quraisyin
2. Iilaafihim rihlatasy-syitaa-i wash-shaif(i)
3. Falya'buduu rabba hadzaal bait(i)
4. Al-ladzii ath'amahum min juu'iu(n) wa-aamanahum min khauf(in)

Terjemahan Surat Quraisy

1. Karena adat kaum Quraisy,
2. Adat mereka bepergian di musim dingin dan musim panas,
3. maka hendaklah mereka menyembah Tuhannya Rumah ini,
4. yakni Yang menyediakan makanan untuk mereka menghadapi kelaparan, maupun Yang menyediakan keamanan untuk mereka menghadapi kekhawatiran.


Surat Quraisy ini termasuk dalam surat pendek di juz 30 Al-Qur'an. Surat ini bisa jadi pilihan surat pendek saat melaksanakan shalat wajib karena jumlah ayatnya yang pendek, yaitu hanya empat ayat saja. Sekian info bacaan surat Al-Quran kali ini. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat.