Hal Hal yang Membatalkan Wudhu dan Penjelasannya

Tags

Wudhu adalah rangkaian kegiatan untuk membersihkan diri kita dari hadats kecil. Wudhu biasa dilakukan sebelum ibadah shalat, karena wudhu dapat menghilangkan tubuh kita dari hadas kecil. Seperti diketahui, salah satu syarat sah shalat adalah bersih dari hadas kecil dan besar. Oleh karena itu, wudhu menjadi sesuatu yang penting bagi umat Islam. Sebagai muslim, kita tentu harus mengetahui tata cara berwudhu yang benar sesuai yang diajarkan syariat. Jika cara wudhu yang kita lakukan salah atau ada yang kurang sebagian dari rukun rukun wudhu, maka bisa berakibat pada tidak sahnya wudhu dan juga ibadah shalat yang kita lakukan.

(baca juga tata cara wudhu)

Tata cara wudhu yang benar sudah diatur pada rukun rukun wudhu yang harus dijalankan. Jika ada rukun wudhu yang tidak dijalankan, maka wudhu kita tidak sah. Jika sudah berwudhu, terdapat beberapa perkara yang kemudian dapat membatalkan wudhu kita. Perkara perkara yang bisa membuat wudhu batal ini sering disebut dengan istilah Nawaqidhul Wudhu. Jika wudlu batal, maka kita harus mengambil air wudhu lagi. Berikut penjelasan selengkapnya.

Hal Hal yang Membatalkan Wudhu dan Penjelasannya


Keluar sesuatu dari dua lubang (buang air atau kentut)

Hal pertama yang jelas jelas bisa membatalkan wudhu adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan/lubang, yaitu qubul dan dubur. Hal hal yang meliputi syarat tersebut antara lain meliputi buang air kecil (kencing), buang air besar (berak), keluarnya air mani, buang angin (kentut) dan sebagainya.

Hilang kesadaran

Kehilangan kesadaran juga dapat membatalkan wudhu kita. Hal hal yang dapat membuat kesadaran menjadi hilang antara lain hilang akal sehat (gila), pingsan, mabuk atau tertidur nyenyak, kecuali tidur dalam kondisi duduk tetap.

Bersentuhan kulit dengan yang bukan muhrim

Bersentuhan kulit dengan orang yang bukan muhrim juga bisa membuat wudhu kita menjadi batal. Oleh karena itu setelah wudhu tidak boleh laki-laki bersentuhan kulit dengan perempuan yang bukan mahramnya, dan sebaliknya. Yang dimaksud muhrim adalah keluarga yang dilarang dinikahi.

Menyentuh kemaluan

Hal lain yang bisa membatalkan wudhu adalah menyentuh kemaluan, baik qubul atau dubur, dengan tapak tangan atau jari-jari tanpa memakai tutup. Hal ini juga berlaku jika menyentuh kemaluan sendiri.


Itulah artikel informasi lengkap mengenai hal hal yang membatalkan wudhu beserta penjelasannya. Sebagai umat Islam, tentu kita harus mengetahui mengenai hal hal tersebut sesuai ilmu fiqih yang diajarkan dalam syariat dalam Al-Qur'an atau hadits. Semoga informasi tersebut bisa bermanfaat.

mokhammad zakky


EmoticonEmoticon