Sejarah dan Makna Tahun Baru Islam (Kalender Hijriyah)

Tags

Terdapat banyak sistem penanggalan kalender yang ada di dunia. Yang paling banyak digunakan secara internasional adalah sistem kalender Masehi. Dalam Islam, sistem kalender yang digunakan adalah kalender Hijriyah. Memang kalender Hijriyah disebut juga sebagai kalender Islam yang menggunakan peredaran bulan sebagai acuan utama. Penggunaan kalender hijriyah menjadi penting dan digunakan untuk menetapkan tanggal penting pada hari raya umat Islam, misalnya hari raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal dan tahun baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharram.

Kenapa nama yang digunakan adalah Hijriyah? Hal ini karena awal penggunaan kalender ini mulai saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah. Maka dari itu, sistem penanggalan ini disebut sebagai hijriyah. Berikut kami ulas mengenai sejarah dan informasi mengenai tahun baru Islam dan maknanya bagi muslim.

Sejarah dan Makna Tahun Baru Islam (Kalender Hijriyah)

Sejarah Tahun Baru Islam 


Penentuan awal hari pada kalender Islam berbeda dengan sistem kalender lain. Suatu hari dimulai tidak pada saat jam 00.00 atau tengah malam, melainkan saat waktu terbenam matahari. Penggunaan sistem tahun baru Islam dihitung berdasarkan peredaran bulan dengan rata-rata siklus sinodik bulan (qomariyah). Terdapat 12 bulan pada tahun Islam. Urutan nama bulan Hijriyah antara lain adalah Muharram, Safar, Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijjah. Total kira-kira 354 hari ada pada kalender Islam, selisih 11 hari lebih cepat dibanding 1 tahun kalender Masehi (355 atau 356 hari). Dalam satu bulan tahun Islam bisa terdapat 29 hingga 30 hari.

Awal penggunaan kalender Hijriyah dilakukan pada zaman Khalifah Umar bin Khatab, tepatnya pada tahun 17 Hijriyah atau tahun 638 Masehi. Penggunaan tanggal Hijriyah ditetapkan berdasarkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah menuju ke Madinah. Terdapat usul lain untuk menetapkan tahun 1 Hijriyah berdasarkan hari lahir Muhammad atau hari pengangkatan Muhammad sebagai rasul, namun akhirnya yang dipilih adalah peristiwa hijrah sehingga kemudian dinamakan Hijriyah. Tanggal 1 Muharram tahun 1 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622. 

Sebelumnya di tanah Arab memang tidak digunakan sistem penanggalan yang formal, meski sudah perhitungan dasar, namun tidak digunakan penomoran tahun. Sebagai gantinya, suatu tahun dinamai oleh peristiwa besar yang terjadi di tahun tersebut, misalnya pada Tahun Gajah dimana Rasulullah lahir. 

Makna Tahun Baru Islam 


Tahun baru Islam ditetapkan pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW. Hal ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Pada akhirnya Islam berkembang pesat di Madinah hingga meluas ke daerah lain. Dampaknya, ajaran Islam menjadi kian menyebar dan diterima oleh orang lain. 

Di Indonesia, peristiwa tahun baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharram biasa disebut juga sebagai 1 Syura. Umat Islam Indonesia merayakannya dengan berbagai cara. Ada yang melakukan pawai obor, ada yang menggelar takbir keliling, ada yang melakukan acara doa dan istighosah bersama dan lain-lain. Perayaan tahun baru Islam di Indonesia juga kerap dikombinasikan dengan budaya dan adat istiadat Jawa.

Oleh karena itu, pergantian tahun baru dalam kalender Islam harus dimaknai dengan hal positif. Diharapkan seorang muslim menjadi lebih baik dan lebih giat beribadah seiring dengan bergantinya tahun Hijriyah.


EmoticonEmoticon