Komunitas Punk Muslim, Belajar Islam Bagi Anak Punk

Tags

Punk kerap dihubungkan dengan hal-hal yang negatif. Ya, definisi kata punk memang dianggap dekat dengan hal berbau kriminalitas, minuman keras atau bahkan narkoba. Gaya anak punk yang alakadarnya di jalanan membuat kata punk tak pernah dianggap sebagai sesuatu yang positif dimana banyak yang menganggap bahwa anak punk jauh dari agama. Namun hal ini tidak terjadi di komunitas khusus, yaitu Punk Muslim.

Komunitas Punk Muslim, seperti namanya tetap mengangkat nilai agama Islam meski sejatinya masih mengusung gaya punk. Komunitas ini berada di Jalan Swadaya, Pulogadung di wilayah Jakarta Timur dan pertama dibentuk pada tahun 2007. Mereka memang anak punk, tapi tekad untuk mempelajari dan menerapkan ajaran agama Islam tetap diusung oleh para anggotanya.

Komunitas Punk Muslim, Belajar Islam Bagi Anak Punk

Ahmad Zaky merupakan pendiri utama dari komunitas tersebut. Sejak tahun 2007, ia menjadi pengelola dari komunitas Punk Muslim ini. Penyebaran komunitas ini cukup pesat, dimana kini juga ada basis gerakan serupa di kota kota besar lain di Indonesia, sebut saja seperti di kota Surabaya atau pun di kota Bandung.

Adanya komunitas ini bertujuan untuk berdakwah Islam di kalangan anak punk rock. Pendekatan komunitas ini membuat banyak anak punk yang mulai giat mempelajari Islam. Selain anak punk juga panya peserta lain yang boleh bergabung dalam Punk Muslim. Asalkan tujuannya untuk berdakwah dan menerapkan nilai-nilai Islam itu sendiri.

Selain itu, komunitas ini juga memberi edukasi terkait bahaya tindakan yang berhubungan dengan kriminal. Anak punk harus jauh dari hal negatif seperti alkohol, narkoba, seks bebas dan lain-lain. Nilai agama harus terus dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari, meski gaya punk masih tetap diusung. Sesama teman pun harus saling mengingatkan dalam hal kebaikan, bukan menjerumuskan dalam hal maksiat.

Terdapat banyak kegiatan dalam Punk Muslim, di antaranya adalah Pun Kajian yang menjadi acara pengajian rutin untuk anak-anak punk tiap minggunya. Kegiatan tersebut biasanya diadakan tiap malam Jumat di dekat Terminal Pulogadung. Tidak hanya di Jakarta, kegiatan ini juga kerap diadakan di kota lain seperti Surabaya atau Bandung.

Acara pengajian pun tidak melulu ceramah saja, namun mereka juga boleh bertanya dan berdiskusi seputar agama Islam atau isu lain, mulai dari budaya dan musik serta kaitannya dengan Islam. Ada juga program penghapusan tato yang digagas, mengingat banyak anak punk yang bertato yang menurut syariat tidak diperbolehkan.

Keberadaan komunitas Punk Muslim ini pun membuat anggapan miring tentang anak punk harus dihilangkah. Semua kalangan boleh mempelajari Islam dan harus diberi kesempatan, termasuk anak punk. Harapannya tentu nilai-nilai Islam bisa diterapkan oleh anak punk dan anak jalanan lain.