Niat Shalat Sunnah Rawatib (Qobliyah dan Ba'diyah) yang Benar Lengkap

Tags

Pada kesempatan ini akan dibahas tentang bacaan niat shalat sunnah rawatib (qobliyah dan ba'diyah) lengkap bahasa arab, latin dan artinya. Dan bagi anda yang belum tahu bagaimana lafadz niat sholat sunnah qobliyah dan niat sholat sunnah ba'diyah yang benar, maka anda berada pada artikel yang tepat.

Sholat rawatib sendiri adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat wajib 5 waktu. Sholat qabliyah adalah sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum sholat fardhu, sedangkan sholat ba'diyah adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah sholat fardhu.

Niat Shalat Sunnah Rawatib (Qobliyah dan Ba'diyah) yang Benar Lengkap

Hukum sholat rawatib sendiri adalah sunnah, namun sayang jika ditinggalkan karena fadhilah dan khasiat bagi yang mengerjakannya sangat besar. Berikut ini beberapa dalil hadits yang menjelaskan tentang manfaat dan keutamaan sholat rawatib :

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الذُّنْيَا وَمَا فِيْهَا ،لَهُمَا : اَحَبُّ اِلَيَّ مِنَ الذُّنْيَا جَمِيْعًا

Artinya: "Dari Aisyah Ra. dari Nabi Saw beliau bersabda: Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya. (H.R Muslim)

كَانَ يُصَلِّى اَرْبَعًابَعْدَ أَنْ تَزَوْلَ الشَّمْسُ قَبْلَ الظُّهْرِ وَقَالَ:إِنَّهَاسَا عَةٌ تُفْتَحُ فِيْهَا اَبْوَابُ السَّمَاءِ فَأُحِبَّ أَنْ يَصْعَدَلِى فِيْهَا عَمَلٌ صَالِحٌ

Artinya: "Dari Abdullah bin Assaib R.a, sesungguhnya rasululullah saw biasa melaksanakan shalat  sunah sebelum zhuhur empat rakaat dan beliau bersabda: sesunggunya ini adalah saat terbuka pintu langit, maka saya ingin naik dari padaku amal kebaikan." (H.R Turmudzi)

 لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَيِ الفَجْرِ

Artinya : Dari semua sholat sunat, tak ada sholat sunat yang paling Nabi jaga, seperti halnya nabi menjaga (untuk tidak meninggalkan) dua roka'at sholat fajar (2 roka'aat qobliyah subuh). (Shohih Bukhori, no.1169 dan Shohih Muslim, no.724)


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنْ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Artinya : Dari Aisyah r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Sesiapa yang sentiasa (berterusan) mengerjakan  solat (sunat) 12 rakaat, Allah SWT akan membina rumah baginya di syurga, iaitu; 4 rakaat sebelum solat Zuhur dan 2 rakaat selepas Zuhur, serta 2 rakaat sesudah Maghrib, 2 rakaat  selepas Isyak dan 2 rakaat lagi sebelum solat Subuh.” (Hadis riwayat Turmizi r.a.)

 عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ حَبِيْبَةَ رَمْلَةَ بِنْتِ أَبِى سُفْيَانً رض قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْل:مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى ِللهِ تَعَالَى كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَى عَشَرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

Artinya:"Dari Ummul Mukminin, Ummu habibah (Ramlah) binti Abu Sufyan Ra. ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw  bersabda: Tiada orang muslim yang melaksanakan shalat munah karena Allah pada tiap-tiap hari dua belas rakaat, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (H.R Muslim).

Untuk jumlah rakaatnya secara keseluruhan dalam sehari adalah 12 rakaat atau 10 rakaat. Namun yang paling umum digunakan adalah 10 rakaat. Berikut ini hadits yang menjelaskannya :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ - رضى الله عنهما – قَالَ: حَفِظْتُ مِنَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - عَشْرَ رَكَعَاتٍ, رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ

Artinya : Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Telah aku hapal dari Rasulullah SAW 10 raka'at; 2 raka'at sebelum Zhuhur, 2 raka'at setelahnya, 2 raka'at setelah Maghrib di rumahnya, 2 raka'at setelah Isya' di rumahnya dan 2 raka'at sebelum shalat shubuh". (Hadits riwayat Bukhari).

Shalat Rawatib sendiri terbagi menjadi dua, yang pertama adalah shalat sunah rawatib muakkad dan yang kedua adalah shalat sunnah rawatib ghairu muakkad. Ke 10 rakaat inilah yang termasuk sholat rawatib muakkad (sangat dianjurkan untuk dikerjakan). Berikut ini yang termasuk sholat sunnah rawatib muakkad :

  • Dua rakaat sebelum Zhuhur
  • Dua rakaat sesudah Zhuhur
  • Dua rakaat sesudah Maghrib
  • Dua rakaat sesudah Isya
  • Dua rakaat sebelum Shubuh

Mengenai tata cara sholat rawatib baik qabliyah ataupun ba'diyah, maka cara dan bacaannya adalah sama saja dengan sholat-sholat sunnah dan wajib lainnya. Hanya niat sholat qobliyah dan niat sholat ba'diyahnya saja yang berbeda. Lalu bagaimana lafadz niat sholat rawatib yang benar? Simak ulasan berikut ini.

Niat Shalat Sunnah Rawatib (Qobliyah dan Ba'diyah)


Untuk lebih jelasnya berikut ini doa niat sholat rawatib (niat sholat sunnah qabliyah dan niat sholat sunnah ba'diyah setelah sholat fardhu) lengkap dalam lafadz arab, tulisan latin dan terjemahan bahasa Indonesianya.

Niat Sholat Sunnah Qobliyah Subuh


اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatash-shubhi rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'aala

Artinya : "Saya niat shalat sunat sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap qiblat karena Allah ta'ala

Niat Sholat Sunnah Qobliyah Dzuhur


اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatazh-zhuhri rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

Artinya : "Saya niat shalat sunah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala

Niat Sholat Sunnah Ba'diyah Zhuhur


اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnataz-zhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala

Niat Sholat Sunnah Ba'diyah Maghrib


اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala"

Niat Sholat Sunnah Ba'diyah Isyak


اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal 'isya'i rok'ataini ba'diyyayan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aala

Artinya : "Saya niat shalat sunnah setelah 'isyak dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta'ala"

Demikianlah bacaan niat shalat sunnah rawatib (qobliyah dan ba'diyah) lengkap bahasa arab, latin dan artinya. Anda haruslah mengetahui dan menghafal lafadz niat sholat qobliyah dan niat sholat ba'diyah diatas jika ingin mengerjakan shalat sunnah sebelum dan sesudah sholat wajib 5 waktu. Akhir kata semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat.