Doa Orang Teraniaya dan Terzalimi Dalam Al-Quran Dikabulkan Allah SWT

Tags

Di artikel ini akan dibahas mengenai bacaan doa orang teraniaya dan terzalimi dalam Al Quran yang sangat mustajab dan dikabulkan Allah SWT. Di dalam berbagai dalil sudah cukup jelas bahwa doa orang terzalimi dan tersakiti jangal dianggap remeh. Mereka yang dizalimi dan dianiaya oleh orang lain, maka ketika ia memohon dan berdoa kepada Allah SWT, Allah SWT akan mengabulkan doanya.

Doa Orang Teraniaya dan Terzalimi Dalam Al-Quran Dikabulkan Allah SWT

Hadis dari Anas r.a , Rasulullah SAW bersabda :

اتق دعوة المظلوم وإن كان كافرا فإنه ليس دونها حجاب 

Artinya:“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun dia adalah orang kafir. Maka sesungguhnya tidak ada penghalang diantaranya untuk diterima oleh Allah.” Hadis riwayat Ahmad – sanad hasan

Dzalim sendiri adalah sesuatu yang buruk dan dilarang dalam agama islam. Siapapun yang berbuat dzalim dan kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dan kelak mendapatkan siksa neraka. Jadi sangatlah jelas bahwa kita dilarang berbuat dzalim kepada siapapun orangnya.

Zalim atau aniaya, bagaimanapun bentuk dan tujuannya sangat dilarang oleh Allah SWT. Bahkan Allah menempatkan perbuatan tersebut (zalim) ke dalam dosa besar yang akan mendapat balasan pedih di kekalnya akhirat. Hal tersebut tercantum dalam firman Allah SWT yang berbunyi,

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang telah berbuat zalim kepada manusia dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka akan mendapat azab yang pedih”. (QS. Asy-Syura :42)

Contoh perbuatan dzalim sangatlah banyak, sombong, durhaka terhadap orang tua, dengki, iri, mengejek dan memaki, menjelekkan, menipu, mengadu domba, menganiaya dan segala hal yang tercela adalah perbuatan dzalim. Ini semua sangat dilarang oleh Allah SWT.

Dan siapapun yang menerima perlakuan semacam itu, maka doa orang teraniaya dan terzalimi tersebut dangatlah mujarab dan ampuh. Allah SWT langsung megabulkan doanya sekalipun dia adalah orang jahat. Dikatakan dalam sebuah hadits sebagai berikut :

اتق دعوة المظلوم فإنها تصعد إلى السماء كأنها شرارة

Artinya:“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang dizalimi. Sesungguhnya doa itu akan naik ke langit amat pantas seumpama api marak ke udara.” (Hadis riwayat Hakim – sanad sahih) .

Dalam hadist lainnya :

 ثلاث دعوات مستجابات : دعوة الصائم ودعوة المظلوم ودعوة المسافر

Artinya:" Tiga doa yang diperkenankan: Doa orang puasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." Hadis riwayat Baihaqi 

Dalam Hadits Lainnya :

Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa buruk orang tua kepada anaknya. (HR Abu Daud dan al-Tirmizi. al-Tirmizi berkata: Hadis hasan).

Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa selalu mengawasi semua hamba hambanya, tidak ada satu apapun terjadi tanpa pengawasan darinya. Jangan sekali kali kita merasa lepas dari tanggung jawab setelah berbat dzalim dan menganiaya seseorang. Dalam surat Ibrahim ayat 42-45 dikatakan sebagai berikut :

وَلاَ تَحْسَبَنَّ اللّهَ غَافِلاً عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأَبْصَارُ مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لاَ يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءوَأَنذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُواْ رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ أَوَلَمْ تَكُونُواْ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍوَسَكَنتُمْ فِي مَسَـاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الأَمْثَالَ

Artinya:“Dan janganlah sekali-kali kamu Wahai (Muhammad) mengira bahwa Allah lengah, lalai, terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepeda mereka sampai pada hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.Mereka datang bergegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip, hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azhab kepada mereka, maka berkatalah orang yang zalim:”Ya Tuhan kami beri tangguhlah kepada kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan memenuhi seruan-Mu dan akan mengikuti Rasul-Mu. (Dikatakan kepada mereka):” Bukankah kamu telah bersumpah dulu (di dunia), bahwa sekalipun kamu tidak akan binasa? Dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat kepada mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan”.

Jadi, doa orang terzalimi dan teraniaya itu sangatlah mustajab, dan siapapun yang berbuat kezaliman dan menganiaya serta berbuat kerusakan, maka ia akan mendapat siksa dari Allah SWT. dalam Al-Quran dijelaskan mengenai hebat dan dahsyatnya doa orang teraniaya dan difitnah sebagai berikut :

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Artinya:“Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surat An Nisa ayat 148).

Berikut Doa Orang Teraniaya Dan Terzalimi Dalam Al-Qur’an yang dapat dilihat dalam Surat An-Naml Ayat 62 sebagai berikut :

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الأرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ

Artinya:“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?. Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)?. Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya).” (QS.An Naml : 62).

Demikianlah bacaan doa orang teraniaya dan terzalimi dalam Al-Quran yang cepat dikabulkan oleh Allah SWT. Mulai sekarang pandai-pandailah memanfatkan segala ni'mat yang telah di berikan oleh Allah kepada kita untuk meningkatkan ketaatan kepada-Nya. Rapatkan dan kuatkanlah barisan ukhuwah islamiah diantara kita, dan jauhkan segala sifat-sifat buruk yang masih bersemayam di hati kita. Masih ada kesempatan dan waktu untuk bertaubat mohon ampunan dari Allah SWT atas segala dosa-dosa yang kita lakukan kepada-Nya dan kepada sesama saudara kita. Wallahu a'lam.