17 Hadits Tentang Senyum (Tersenyum Adalah Sedekah dan Ibadah)

Tags

Pembahasan kali ini adalah daftar 17 hadits tentang senyum (tersenyum adalah sedekah dan ibadah). Semua hadist Nabi Muhammad yang dibagi di artikel ini berkaitan dengan senyuman. Di dalam dalil hadits tersebut dijelaskan akan manfaat dan keutamaan senyuman antar sesama muslim. Serta anjuran untuk murah senyum kepada sesama mukmin.

17 Hadits Tentang Senyum (Tersenyum Adalah Sedekah dan Ibadah)
 
Dimana Allah SWT memberikan keutamaan yang besar bagi mereka yang suka tersenyum dan memasang wajah ceria kepada saudara dan sahabat sahabatnya. Ini adalah anugrah yang besar yang diberikan oleh Allah SWT. Hanya dengan tersenyum saja maka kita telah dianggap shadaqah dan mendapatkan pahala ibadah dari Allah SWT.

Tanpa mengeluarkan uang sepeserpun dan hanya dengan tersenyum saja. Nabi Muhammad SAW dalam berbagai hadits tentang tersenyum bahwa kita tidak boleh meremehkan amal kebaikan sekecil apapun meskipun hanya dengan tersenyum kepada saudaranya. Hal ini menjelaskan bahwa tersenyum memang termasuk ibadah dan amal sholeh.

Untuk itu jangan lupa tersenyum ketika bertemu saudara di jalan, tegur dan sapa serta beri salam kepadanya, kemudia senyumlah. Ini adalah anjuran Nabi SAW seperti dalam hadits hadist tentang senyuman yang akan kita share di kesempatan ini.

Manfaat senyuman ini mulai di dunia hingga kelak di akhirat. Di dunia bisa mempererat persaudaraan dan silaturahmi terjalin, sedang urusan akhirat akan baik karena dengan tersenyum kita diangap sedekah dan ibadah oleh ALLAH SWT.

Dan langsung saja simak dibawah ini kumpulan hadits tentang senyum dalam islam lengkap versi tulisan arab dan terjemahan bahasa Indonesianya.

Hadits Tentang Senyum


لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri”. (H.R. Muslim no 2626).

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ

“Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah” (HR. Tirmidzi)

وَعَنِ الْحَسَنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيِّ قَالَ: مِنَ الصَّدَقَةِ أَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ، وَأَنْتَ طَلِيقُ الْوَجْهِ

Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria kepada orang-orang. (HR. Ibnu Abi Dunya)

“Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati dan menghilangkan kharisma seorang Mukmin.”(HR at-Tirmizi no. 2227)

Diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)

"Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia denga hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu" ( HR Hakim ).

Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)

Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).

Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).

”Celakalah manusia yang berbicara padahal dia berbohong hanya sekadar untuk membuat orang lain ketawa. Celakalah dia dan celakalah dia.”( HR Abu Daud no. 4454)

”Suatu hari aku dan para sahabat berjalan bersama-sama Rasulullah s.a.w. Ketika itu baginda memakai selimut dari daerah Najran yang hujungnya agak kasar. Tiba-tiba baginda bertemu dengan seorang Badwi( Arab Pedusunan). Tanpa disangka, lelaki Badwi itu langsung menarik selimut Rasulullah s.a.w dengan kuat sehingga aku melihat kesan merah di bahu baginda. Lelaki Badwi itu dengan kasar berkata, “suruh orangmu memberi harta Allah kepadaku yang engkau simpan sekarang juga!” Kelakuan kasar dan sombong si Badwi tersebut membuatkan para sahabat sangat marah dan ingin mengajarnya. Namun Rasulullah melayan sikap kasar lelaki Badwi itu dengan senyuman dan berkata kepada kami dengan senyum manis pula, “berilah lelaki ini makanan apa sahaja yang dia mahu. Kami lantas memberi si Badwi makanan yang dia pinta. Dan kami tidak jadi mengajar si Badwi kerana senyuman Rasulullah s.a.w.  ( HR at-Tabrani no. 7695 )

”Janganlah kamu banyak tertawa kerana banyak tertawa akan mematikan hati.”( HR Ibnu Majah no. 4183 )

Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Tertawalah sedikit kerana banyak tertawa itu mematikan hati.”( HR Muslim no. 1499)

Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat Ibnu Asakir).

Itulah kumpulan hadits tentang senyum adalah sedekah dan ibadah lengkap. Semoga dengan melihat penjelasan dari hadits Nabi Muhammad SAW diatas, kita lebih sering tersenyum di setiap kesempatan dan kepada sesama. Wallahu a'lam.